Senin, 15 Juni 2009

"SiNeTroN"

sinetron merupakan kepanjangan dari sinema elektronik yang berarti sebuah karya cipta seni budaya, dan media komunikasi pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan direkam pada pita vidio melalui proses elektronik lalu ditayangkan melalui stasiun televisi.


"seJarah Sinetron"
Apakah kamu suka menonton sinetron ? Ya, sinetron. Tayangan berseri yang bisa kamu saksikan di hampir sebagian saluran televisi di Indonesia. Saking banyak penggemarnya, salah satu rumah produksi (Production House/PH) membuat channel khusus sinetron di tv kabel. Lantas, seberapa menarikkah sinetron ?
Sejarah Sinetron

Dalam bahasa Inggris, sinetron berarti soap opera alias opera sabun. Cikal bakalnya adalah siaran drama berseri di radio- radio Amerika pada sekitar tahun 1930-an. Para pendengar radio yang kebanyakan ibu- ibu rumah tangga, biasa mendengarkan drama berseri itu sembari membersihkan rumah. Peluang ini ditangkap oleh para pemasang iklan di radio untuk mempromosikan produk perusahaan mereka berupa deterjen dan produk- produk pembersih di sela- sela siaran drama berseri. Selanjutnya, ketika era radio berganti menjadi televisi pada tahun 1950, siaran drama berseri ini dilanjutkan ke televisi namun nama ‘opera sabun’ tetap terpakai.

Di Indonesia, istilah sinetron pertama kali dicetuskan oleh Bapak Soemardjono, salah satu pendiri Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tak banyak yang mengetahui jika sinetron adalah kepanjangan dari Sinema Elektronik. Disebut demikian, sebab sinetron adalah sebuah tayangan sinema (film) berseri yang ditonton melalui media elektronik (baca : TV). Sinetron berbeda dengan film. Sinetron adalah sebuah tayangan berseri yang dibuat (bisa) sampai berpuluh- puluh episode sementara Film adalah sebuah tayangan lepas serta berdurasi pendek.

Acara menonton sinetron bisa dilakukan setiap saat dan tak mengenal waktu. Kamu bisa menjumpai sinetron yang ditayangkan di waktu pagi, siang, sore atau malam hari. Semakin malam sinetron ditayangkan, terutama di jam-jam tertentu (baca : prime time) yaitu antara pukul 7 malam sampai 10 malam, maka semakin besar ratingnya dan biasanya episode sinetron tersebut bakal diperpanjang. Rating ini adalah nilai yang menentukan sukses tidaknya suatu sinetron di masyarakat. Nah, demi memenuhi kebutuhan pecinta sinetron, maka dibuatlah saluran tv kabel yang khusus menyetel sinetron sepanjang hari.

Ditelusuri dari sejarahnya, booming sinetron di Indonesia muncul pada tahun 90-an. Pada waktu itu tv swasta baru bermunculan di Indonesia. RCTI adalah stasiun tv swasta pertama di Indonesia, sebelumnya stasiun tv yang mengudara hanya satu, yaitu TVRI, milik pemerintah Republik Indonesia.

Pelopor sinetron pertama yang hadir di layar kaca adalah Losmen, drama serial produksi TVRI pada tahun 80-an. Losmen bercerita tentang kehidupan sehari- hari keluarga Pak Broto yang mengelola penginapan losmen. Drama ini dibintangi oleh aktor dan aktris senior seperti Dewi Yull, Mieke Wijaya dan Mathias Muchus. Uniknya, berbeda dengan sinetron jaman sekarang yang penayangannya setiap hari, drama Losmen ditayangkan sebulan sekali karena jam siaran TVRI yang masih terbatas. Jadi, untuk menonton episode selanjutnya harus menunggu bulan berikutnya ;p. Meskipun demikian, istilah sinetron baru digunakan pada drama berseri Jendela Rumah Kita (1989).

Sepanjang tahun 90-an, istilah sinetron mulai banyak digunakan. Tayangan sinetron pun mulai membanjiri saluran tv swasta. Sebutlah diantaranya Lenong Rumpi, Si Cemplon, Si Doel Anak Sekolahan dan masih banyak lainnya. Diantara sinetron- sinetron yang ada pada masa itu, Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling populer dan mendapat tempat di hati masyarakat. Buktinya, sinetron Si Doel dibuat hingga beberapa sekuel. Pemeran utamanya adalah Rano Karno, bintang film tahun 80-an yang kini menjabat sebagai wakil bupati Tangerang.
Memasuki tahun 1995 hingga 1998, tema sinetron sedikit bergeser. Para sutradara membuat sinetron yang diadaptasi dari film layar lebar tahun 80-an, misalnya Lupus, Olga dan Catatan Si Boy. Di era ini pula, sinetron dari negeri latin alias telenovela membanjiri layar kaca Indonesia. Diantara yang populer adalah Maria Mercedes yang melambungkan nama pemainnya, Thalia.

Berikutnya di tahun 1998, Multivision Plus sebagai salah satu perusahaan pembuat film / Production House di Indonesia, membuat sinetron Tersanjung. Sinetron ini adalah sinetron terpanjang yang pernah dibuat, terdiri dari 356 episode yang dibagi beberapa sekuel. Pada masa ini, tema sinetron kembali berubah. Kebanyakan sinetron yang diproduksi merupakan adaptasi dari novel- novel terkenal seperti Karmila.
Era Millenium, yang ditandai pergantian tahun dari 1999 ke 2000 menjadi puncak bagi dunia sinetron Indonesia. Tema sinetron lebih beragam, mulai dari horor sampai kehidupan masyarakat Jakarta. Hingga kini terdapat beberapa pembagian jenis sinetron misalnya : sinetron religi ( agama ), sinetron komedi, sinetron horor, sinetron dewasa, sinetron remaja dan sinetron anak.

Anak- anak dan Sinetron

Sayangnya, dari sekian banyak jenis sinetron yang ada termasuk sinetron anak, tak semuanya bagus untuk anak- anak seusia kita. Bahkan, konon berdampak buruk bagi perkembangan jiwa kita. Nah lho. Jika diperhatikan secara seksama, kebanyakan sinetron menyelipkan adegan kekerasan, bahasa yang kurang sopan bahkan adegan yang belum seharusnya kita lihat. Dan tahukah kamu adegan- adegan yang terlihat sepele itu seperti menampar, memukul atau menjerit bisa mempengaruhi kebiasaan kita ? Seorang Ibu yang memiliki anak berusia 8 tahun terkejut ketika mengetahui anaknya melempar piring dan gelas, padahal anak itu dalam kondisi baik- baik saja. Ketika Sang Ibu bertanya anak itu menjawab dengan enteng bahwa ia mengikuti tokoh idolanya di sebuah sinetron anak. Ada juga seorang Ibu kewalahan menghadapi anaknya yang ingin memiliki barang- barang bagus seperti yang ada di sinetron. Nah lho. Dan beberapa dampak buruk lainnya akibat menonton sinetron.

Kehidupan sinetron yang terlihat indah memang nampak sedap dipandang. Apalagi menyaksikan para jagoanmu itu ketika sedang melawan musuh. Rasanya kamu ingin menirunya bukan ? Padahal, tidak semua yang kita saksikan di sinetron itu benar dan patut ditiru. Di dalam kehidupan nyata, para tokoh sinetron termasuk idolamu juga manusia biasa yang harus bersekolah, mengerjakan PR dan bermain.

Lantas, bagaimana sebaiknya kita menonton sinetron ? Bagusnya sih perbanyak kegiatanmu di luar rumah. Apalagi anak- anak seusia kita memang harus mengeluarkan banyak energi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar